Klaim Liberal: “Anda tidak toleran.”

Terjemahan sebenarnya: “Anda tidak mentolerir hal-hal yang saya tolerir.”

Salah satu definisi “toleransi” dalam bahasa Inggris adalah: “Jumlah variasi yang diijinkan dari suatu kuantitas, terutama dalam dimensi mesin atau bagian.”

Bagian-bagian mekanis yang diproduksi itu tidak pernah persis sama. Jika sebuah pabrik memproduksi, katakanlah, piston sebanyak 100K, tidak ada dua piston yang akan sama persis. Selalu ada variasi, tetapi variasi itu harus berada dalam toleransi tertentu. Jika suatu piston diluar batas toleransi, maka akan disfungsional dan harus dibuang.

Kaum liberal berpura-pura mempunyai toleransi tanpa batas dan menuduh orang lain bersikap intoleran padahal kenyataannya toleransi mereka juga sebenarnya memiliki batas. Toleransi tak terbatas, tentu saja, adalah sebuah oxymoron, sebuah kontradiksi dalam istilah. Letak perbedaannya adalah toleransi dari perspektif liberal pada akhirnya didasarkan pada keinginan dan kepercayaan budaya yang serampangan, sedangkan toleransi Islam didasarkan pada hikmah dan tuntunan.

Jika kita kembali ke contoh bagian mekanis yang diproduksi, jika tingkat toleransi tidak dikalibrasi dengan benar, bagian yang dihasilkan akan disfungsional dan tidak berguna. Demikian pula untuk manusia. Variasi yang tepat dapat ditolerir, namun tidak semua variasi dapat menjadikan manusia yang sehat dan berfungsi di masyarakat. Dan siapa yang lebih tahu tentang kesehatan, fungsi, dan kesejahteraan manusia – dalam arti sebenarnya dari kata-kata itu – daripada Pencipta dan Pemelihara umat manusia?

Translated by: Hudzaifah Abdullah

Daniel Haqiqatjou

View all posts
%d bloggers like this: